Tim Danone Enrekang Didiskualifikasi, KONI Enrekang Protes Panitia Danone

13 Januari 2017 20:25
Ketua KONI Enrekang, Mitra (kanan) dan Yasir Mahmud (kiri) dalam acara Partai Golkar beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, INIKATA.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Enrekang memprotes kebijakan panitia Piala Danone yang mendiskualifikasi Perwakilan Tim Kabupaten Enrekang.

Protes tersebut, dilayangkan karena dia menilai sikap panitia Danone yang mendiskualifikasi Tim Enrekang, TPA sebab dan alasan yang jelas, bahkan saat mendatangi Stadion Andi Mattalatta, Lokasi pelaksanaan turnamen, tak satu pun panitia yang bisa di temui.

“Kita ini heran kenapa panitia langsung mendiskualifikasi tim Dari daerah kami, kami mau minta penjelasan tapi satu pun panitia tak bisa ditemui di Sini (Stadion Andi Mattalatta),”Kata Ketua KONI Enrekang, Mitra dalam rilisnya, Jumat (13/1/2017).

Mitra merasa heran bahkan menduga panitia tidak netral dalam turnamen ini, sebab tidak ada alasan atau klarifikasi yang di sampaikan kepada kami atau manajer tim untuk mengklarifikasi penyebab didiskualifikasi ya tim yang mewakili Enrekang.

Enrekang kata dia merupakan tim Yang mewakili Sulsel sebagai juara, meskipun cuma juara tiga pada turnamen tahun kemarin, dan ini dianggapnya sebagai permainan panitia yang menginginkan Enrekang tak lolos Fainal.

“Tahun kemarin kami meraih juara tiga, turnamen Danone, dan ini bentuk diskriminasi yang dilakukan panitia,” tuturnya.

Bahkan tambahnya, Panatia juga harusnya harusnya ada ruang klarifikasi yang bisa di berikan kepada pihak Tim Enrekang, agar semua jelas, bukan dengan memberi kabar diskualifikasi bahwa tim Enrekang di diskualifikasi. Dan tidak bisa ikut Pertandingan Fainal yang di gelar Sabtu (13/1/2017) besok.

“Kami juga menganggap jika merupakan penghinaan yang di lakukan panitia Danone, dan kami meminta agar kiranya panitia memberikan penjelasan kepada tim Enrekang agar kiranya bisa memberikan penjelasan terkait diskualifikasi tim kami,”katanya.

Sementara itu ketua Panitia Turnamen Danone Bustamin mengatakan, bahkan bukan cuma tim dari Enrekang yang kena diskualifikasi, akan tetapi ada beberapa tim bahkan ada 9 tim yang kena diskualifikasi.

Itu dikarenakan biodata pemain yang di setorkan ke panitia berbeda dengan pemain yang akan bermain di lapangan, sehingga kebijakan panitia di tingkat provinsi melakukan diskualifikasi.

“Kita diskualifikasi karena ada tiga pemain dari Enrekang yang mengunakan data org lain, andaikan cuma satu atau 2 orang saja kita perbolehkan lanjut bertanding akan tetapi karena ada 3 kita diskualifikasi dia,”Kata Bustamin ketua Panitia Turnamen Danone.

Bustamin menganggap seleksi data pemain ini diperketat di tingkat provinsi dan itu di temukan saat satu-persatu pemain di wawancarai berdasarkan data yang panitia terima, disitulah ada beberapa anak (Pemian) mengatakan data bukan miliknya.

Bahkan hal ini sudah di tekankan sejak awal kualifikasi, makanya tim yang lolos ketingkat provinsi diperketat agar benar-benar yang bertanding di lapangan sesuai dengan data yang di setorkan.

Diketahui untuk usia anak yang bisa ikut bermain dalam turnamen Danone ini yakni mereka yang kelahiran 2005 hingga 2006 sehingga jika ada yang belum sampai umur atau lewat kita larang dia ikut memperkuat tim.

“Kita ingin turnamen Danone ini sportif, pemain yang bermain adalah mereka yang memiliki data asli bukan data orang lain,”ucap Ketua Panitia Turnamen Danone,Bustamin. (**)

Comments